Laman

Cari Materi

Rabu, 29 Agustus 2018

KEJANG PADA BAYI


Kejang
2.1.1    Definisi Kejang
Kejang pada bayi baru lahir ialah kejang yang timbul masa neonatus atau dalam 28 hari sesudah lahir (Buku Kesehatan Anak).
Kejang adalah perubahan secara tiba-tiba fungsi neurology baik fungsi motorik maupun fungsi otonomik karena kelebihan pancaran listrik pada otak (Buku Pelayanan Obstetric Neonatal Emergensi Dasar).
Kejang bukanlah suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari gangguan saraf pusat, lokal atau sistemik. Kejang ini merupakan gejala gangguan syaraf dan tanda penting akan adanya penyakit lain sebagai penyebab kejang tersebut, yang dapat mengakibatkan gejala sisa yang menetap di kemudian hari. Bila penyebab tersebut diketahui harus segera di obati. Hal yang paling penting dari  kejang pada bayi baru lahir adalah mengenal kejangnya, mendiagnosis penyakit penyebabnya dan memberikan pertolongan terarah, bukan hanya mencoba menanggulangi kejang tersebut dengan obat antikonvulsan.
Manifestasi kejang pada bayi baru lahir dapat berupa tremor, hiperaktif, kejang-kejang, tiba-tiba menangis melengking. Tonus otot hilang disertai atau tidak dengan kehilangan kesadaran, gerakan yang tidak menentu (involuntary movements) nistagmus atau mata mengedip-edip proksismal, gerakan seperti mengunyah dan menelan. Oleh karena itu Manifestasi klinik yang berbeda-beda dan bervariasi, sering kali kejang pada bayi baru lahir tidak di kenali oleh yang belum berpengalaman. Dalam prinsip, setiap gerakan yang tidak biasa pada bayi baru lahir apabila berangsur berulang-ulang dan periodik, harus dipikirkan kemungkinan Manifestasi kejang.


2.1.2        Patogenesis
Kejang pada neonatus seringkali tidak dikenali kerena bentuknya yang berbeda dengan kejang orang dewasa dan anak-anak. Penyelidikan sinemotografi dan EEG menunjukkan bahwa kelainan pada EGG sesuai dengan twitching dari muka, kedipan muka, menguap, kaku tiba-tiba dan sebagainya. Oleh karena itu, kejang pada bayi baru lahir tidak spesifikasi dan lebih banyak digunakan istilah “fit” atau “seizure”.
Manifestasi yang berbeda-beda ini disebabkan morfologi dan organisasi dari korteks serebri yang belum terbentuk sempurna pada neonatus. Demikian pula pembentukan dendrit, synopsis dan mielinasasi. Susunan syarat pusat pada neonatus terutama berfungsi pada medulla spinalis dan batang orak. Kelainan lokal pada neuron tidak disalurkan kepada jaringan berikutnya sehingga kejang umum jarang terjadi.
Batang otak berhubungan dengan gerakan-gerakan seperti menghisap, gerakan bola mata, pernafasan dan sebagainya, sedangkan fleksi umum atau kekakuan secara fokal atau umum adalah gejala medula spinalis.

2.1.3        Pembagian Kejang
Volve (1977) membagi kejang pada bayi baru lahir sebagai berikut :
1.      Bentuk kejang yang hampir tidak terlihat (Subtle) yang sering tidak di insafi sebagai kejang. Terbanyak di dapat pada neonatus berupa :
a.       Deviasi horizontal bola mata
b.      Getaran dari kelopak mata (berkedip-kedip)
c.       Gerakan pipi dan mulut seperti menghisap, mengunyah, mengecap, dan menguap
d.      Opnu berulang
e.       Gerakan tonik tungkai
2.      Kejang klonik multifokal (miogratory)
Gerakan klonik berpindah-pindah dari satu anggota gerak ke yang lain secara tidak teratur, kadang-kadang kejang yang satu dengan yang lain dapat menyerupai kejang umum.
3.      Kejang tonik
Ekstensi kedua tungkai, kadang-kadang dengan flexi kedua lengan menyerupai dekortikasi
4.      Kejang miokolik
Berupa gerakan flexi seketika seluruh tubuh, jarang terlihat pada neonatus
5.      Kejang umum
Kejang seluruh badan, sianosis, kesadaran menurun
6.      Kejang fokal
Gerakan ritmik 2-3 x/detik. Sentakan yang dimulai dari salah satu kaki, tangan atau muka (gerakan mata yang berputar-putar, menguap, mata berkedip-kedip, nistagmus, tangis dengan nada tinggi).

2.1.4        Diagnosis
1.         Anamnesa
·      Anemnesa lengkap mengenai keadaan ibu pada saat hamil
·      Obat yang di minum oleh ibu saat hamil
·      Obat yang diberikan dan yang diperlukan sewaktu persalinan
·      Apakah ada anak dan keluarga yang sebelumnya menderita kejang dan lain-lain.
·      Riwayat persalinan: bayi lahir prematus, lahir dengan tindakan, penolong persalinan, asfiksia neontorum
·      Riwayat immunisasi tetanus ibu, penolong persalinan bukan tenaga kesehatan
·      Riwayat perawatan tali pusat dengan obat tradisional
·      Riwayat kejang, penurunan kesadaran, ada gerakan abnormal pada mata, mulut, lidah, ekstremitas
·      Riwayat spasme atau kekakukan pada ekstremitas, otot mulut dan perut
·      Kejang dipicu oleh kebisingan atau prosedur atau tindakan pengobatan
·      Riwayat bayi malas minum sesudah dapat minum normal
·      Adanya faktor resiko infeksi
·      Riwayat ibu mendapatkan obat, misal: heroin, metadon, propoxypen, alkohol
·      Riwayat perubahan warna kulit (kuning)
·      Saat timbulnya dan lama terjadinya kejang

2.      Pemeriksaan fisik
a.       Kejang
1)      Gerakan normal pada wajah, mata, mulut, lidah dan ekstremitas
2)      Ekstensi atau fleksi tonik ekstremitas, gerakan seperti mengayuh sepeda, mata berkedip berputar, juling
3)      Tangisan melengking dengan nada tinggi, sukar berhenti
4)      Perubahan status kesadaran, apnea, ikterus, ubun-ubun besar menonjol, suhu tidak normal
b.      Spasme
1)      Bayi tetap sadar, menangis kesakitan
2)      Trismus, kekakuan otot mulut pada ekstremitas, perut, kontraksi otot, tidak terkendali dipicu oleh kebisingan, cahaya atau prosedur diagnostik
3)      Infeksi tali pusat

3.      Pemeriksaan laboratorium
Gula darah, kalsium, fospor, magnesium, natrium, bilirubin, fungsi lumbal, darah tepi, dan kalau mungkin biakan darah dan cairan serebrospinal foto kepala dan EEG, pemeriksaan sedapat mungkin terarah.


2.1.5        Prognosis
Tergantung dari cepat lambatnya timbul kejang (makin dini timbulnya kejang, makin tinggi angka kematian dan gejala usia) beratnya penyakit, fasilitas laboratorium, cepat lambatnya mendapat pengobatan yang adekuat dan baik tidaknya perawatan.

2.1.6        Etiologi
1.         Metabolik
a.       Hipoglikemia
Bila kadar darah gula kurang dari 30 mg% pada neonatus cukup bulan dan kurang dari 20 mg% pada bayi dengan berat badan lahir rendah. Hipoglikemia dapat dengan/tanpa gejala. Gejala dapat berupa serangan apnea, kejang sianosis, minum lemah, biasanya terdapat pada bayi berat badan lahir rendah, bayi kembar yang kecil, bayi dari ibu penderita diabetes melitus, asfiksia.
b.      Hipokalsemia
Hipokalsemia adalah keadaan kadar kalsium pada plasma kurang dari 8 mg/100 ml atau kurang dari 8 mg/100 ml atau kurang dari 4 MEq/L. Gejala yang ditimbulkan antara lain tangis dengan nada tinggi, tonus berkurang, kejang dan diantara dua serangan bayi dalam keadaan baik.
c.       Hipomagnesemia
Yaitu kadar magnesium dalam darah kurang dari 1,2 mEg/l. biasanya terdapat bersama-sama dengan hipokalsemia, hipoglikemia dan lain-lain. Gejala kejang yang tidak dapat di atasi atau hipokalsemia yang tidak dapat sembuh dengan pengobatan yang adekuat.
d.      Hiponatremia dan hipernatremia
Hiponatremia adalah kadar Na dalam serum kurang dari 130 mEg/l. gejalanya adalah kejang, tremor. Hipertremia, kadar Na dalam darah lebih dari 145 mEg/l. Kejang yang biasanya disebabkan oleh karena trombosis vena atau adanya petekis dalam otak.
e.       Defisiensi pirodiksin dan dependensi piridoksisn
Merupakan akibat kekurangan vitamin B6. gejalanya adalah kejang yang hebat dan tidak hilang dengan pemberian obat anti kejang, kalsium, glukosa, dan lain-lain. Pengobatan dengan memberikan 50 mg pirodiksin
f.       Asfiksia
Suatu keadaan bayi tidak bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir etiologi karena adanya gangguan pertukaran gas dan transfer O2 dari ibu ke janin.
2.      Perdarahan intrakranial
Dapat disebabkan oleh trauma lahir seperti asfiksia atau hipoksia, defisiensi vitamin K, trombositopenia.  Perdarahan dapat terjadi sub dural, dub aroknoid, intraventrikulus dan intraserebral. Biasanya disertai hipoglikemia, hipokalsemia. Diagnosis yang tepat sukar ditetapkan, fungsi lumbal dan offalmoskopi mungkin dapat membantu diagnosis. Terapi : pemberian obat anti kejang dan perbaikan gangguan metabolism bila ada.
3.      Infeksi
Infeksi dapat menyebabkan kejang, seperti : tetanus dan meningitis
4.      Genetik/kelainan bawaan
5.      Penyebab lain
a.       Polisikemia
Biasanya terdapat pada bayi berat lahir rendah, infufisiensi placenta, transfuse dari bayi kembar yang satunya ke bayi kembar yang lain dengan kadar hemoktrokit di atas 65%
b.      Kejang idiopatik
Tidak memerlukan pengobatan yang spesifik, bila tidak diketahui penyebabnya berikan oksigen untuk sianosisnya
c.       Toksin estrogen
Misalnya : hexachlorophene

2.1.7        Penanganan
1.         Prinsip dasar tindakan mengatasi kejang pada bayi baru lahir sebagai berikut :
a.    Mengatasi kejang dengan memberikan obat anti kejang-kejang  (Misal : diazepam, fenobarbital, fenotin/dilantin)
b.    Menjaga jalan nafas tetap bebas dengan resusitasi
c.    Mencari faktor penyebab kejang
d.   Mengobati penyebab kejang (mengobati hipoglikemia, hipokalsemia dan lain-lain)
2.      Obat anti kejang (Buku Acuan Nasional Maternatal dan Neonatal, 2002)
a.    Diazepam
Dosis 0,1-0,3 mg/kg BB IV disuntikan perlahan-lahan sampai kejang hilang atau berhenti. Dapat diulangi pada kejang beruang, tetapi tidak dianjurkan untuk digunakan pada dosis pemeliharaan
b.    Fenobarbital
Dosis 5-10 mg/kg BB IV disuntikkan perlahan-lahan, jika kejang berlanjut lagi dalam 5-10 menit. Fenitoin diberikan apabila kejang tidak dapat di berikan 4-7 mg/kg BB IV pada hari pertama di lanjutkan dengan dosis pemeliharaan 4-7 mg/kg BB atau oral dalam 2 dosis.
3.      Penanganan kejang pada bayi baru lahir (Buku Acuan Nasional Maternal dan Neonatal, 2002)
                                    a.      Bayi diletakkan dalam tempat yang hangat pastikan bahwa bayi tidak kedinginan. Suhu dipertahankan 36,5oC - 37oC
                                     b.     Jalan nafas bayi dibersihkan dengan tindakan penghisap lendir di seputar mulut, hidung sampai nasofaring
                                     c.     Bila bayi apnea dilakukan pertolongan agar bayi bernafas lagi dengan alat bantu balon dan sungkup, diberikan oksigen dengan kecepatan 2 liter/menit
                                    d.     Dilakukan pemasangan infus intravena di pembuluh darah perifer di tangan, kaki, atau kepala. Bila bayi diduga dilahirkan oleh ibu berpenyakit diabetes miletus dilakukan pemasangan infus melalui vena umbilikostis
                                     e.     Bila infus sudah terpasang di beri obat anti kejang diazepam 0,5 mg/kg supositoria IM setiap 2 menit sampai kejang teratasi, kemudian di tambah luminal (fenobarbital 30 mg IM/IV)
                                      f.     Nilai kondisi bayi selama 15 menit. Perhatikan kelainan fisik yang ada
                                     g.     Bila kejang sudah teratasi, diberi cairan dextrose 10% dengan kecepatan 60 ml/kg BB/hari
                                     h.     Dilakukan anamnesis  mengenai keadaan bayi untuk mencari faktor penyebab kejang
·         Apakah kemungkinan bayi dilahirkan oleh ibu yang berpenyakit DM
·         Apakah kemungkinan bayi prematur
·         Apakah kemungkinan bayi mengalami asfiksia
·         Apakah kemungkinan ibu bayi mengidap/menggunakan narkotika
                                       i.     Bila sudah teratasi di ambil bahan untuk pemeriksaan laboratorium untuk mencari faktor penyebab kejang, misalnya :
·         Darah tepi
·         Elektrolit darah
·         Gula darah
·         Kimia darah (kalsium, magnesium)
                                       j.     Bila kecurigaan kearah pepsis dilakukan pemeriksaan fungsi lumbal
                                     k.     Obat diberikan sesuai dengan hasil penelitian ulang
                                       l.     Apabila kejang masih berulang, diazepam dapat diberikan lagi sampai 2 kali.

PIJAT BAYI



2.1       Definisi
Pijat Bayi adalah praktek pengasuhan anak kuno yang masih dipraktekkan di seluruh dunia. Penelitian medis terbaru telah membuktikan banyaknya manfaat pijat bayi. Sebuah studi menunjukkan bahwa bayi prematur yang dipijat tiga kali sehari selama sepuluh hari mendapatkan kenaikan berat badan hampir 50 persen lebih banyak, lebih aktif dan waspada dan dapat meninggalkan rumah sakit enam hari lebih cepat dibandingkan bayi prematur lainnya. Pijat bayi bermanfaat merangsang  syaraf motorik, memperbaiki pola tidur, membantu pencernaan dan meningkatkan ketenangan  emosional anak, selain menyehatkan tubuh dan otot-otot. Bayi yang dipijat dengan baik dan teratur  dapat tumbuh lebih sehat dan berkembang lebih baik. Pijat bayi adalah upaya pemeliharaan kesehatan yang biasanya sangat disenangi para ibu, karena dengan pemijatan akan terbuka kesempatan bagi seorang ibu untuk menjalin kontak batin dengan bayinya. Selain itu Pijat bayi juga merupakan terapi sentuhan kulit dengan menggunakan tangan. Ini memang bukan hal baru lagi, walaupun pengaruh positif pijat bayi ini belum diyakini benar. Sentuhan pada kulit bayi melalui seni pijat ternyata dapat meningkatkan produksi ASI. Penelitian ”Cynthia Mersmann” membuktikan bila bayi dipijat, produksi ASI perah ibunya akan lebih banyak. Jadi pijat dapat meningkatkan lamanya pemberian ASI eksklusif oleh ibu bekerja. Pijat bati dipercaya dapat meningkatkan stimulus otaknya, membantu pertumbuhannya, memperlancar system pencernaannya, bahkan membantu system kekebalan tubuhnya. Juga dapat membina hubungan antara ibu dengan bayinya.


2.2       Manfaat Pijat Bayi
a. Dampak Biokimia
·      Menurunkan kadar hormon stress (catecholamines)
·      Meningkatkan kadar serotin
b. Efek Fisik/Klinis
     Meningkatkan jumlah sel dan daya racun (sitotoksisitas) dari sistem imunitas (sel pembunuh alami)
     Mengubah gelombang otak secara positif
     Memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan
     Merangsang fungsi pencernaan serta pembuangan
     Meningkatkan kenaikan berat badan
     Mengurangi depresi dan ketegangan
     Meningkatkan kesiagaan
     Membuat tidur lelap
     Mengurangi rasa sakit
     Mengurangi kembung dan colic (sakit perut)
     Meningkatkan hubungan orangtua dan bayi (bonding)
     Meningkatkan volume air susu ibu
c. Manfaat Lainnya
Pada beberapa keadaan tertentu, pijat bayi dapat memberikan keuntungan tambahan seperti pada kasus-kasus berikut ini :
1.      Orang  tua yang masih remaja
Orang tua yang masih remaja umumnya tidak atau belum siap untuk menjadi orang tua karena mereka sendiri belum cukup dewasa. Pada kasus seperti ini, pijat bayi akan meningkatkan kepercayaan diri mereka, meningkatkan rasa penerimaan atas keadaannya menjadi orang tua, dan meningkatkan harga diri mereka sebagai orang tua.

2.      Orang tua yang merasa keterikatan dengan bayinya kurang
Pada keadaan di atas, pijat bayi dapat mendekatkan hubungan orang tua dengan bayinya. Apalagi jika para orang tua tersebut mengikuti kelas pijat bayi bersama para orang tua lainnya. Dalam kelas  pijat bayi, mereka akan merasakan dukungan dan perhatian, serta melihat bagaimana orang tua lain bergaul penuh kasih sayang dengan bayinya. Mereka akan meniru cara hubungan kasih sayang yang lemah lembut tersebut. Akhirnya timbul rasa percaya diri dan keinginan untuk mempunyai hubungan mesra dengan bayinya sendiri.
3.      Orang tua angkat
Oleh karena tidak pernah mengandung bayi yang diangkat, orang tua angkat tidak merasakan kedekatan dengan bayinya sebelum bayi ini dilahirkan. Pijat bayi membantu menciptakan ikatan yang lebih kuat antara orang tua angkat dengan bayinya sehingga mereka akan lebih cepat mengenal dan merasakan bahwa mereka saling terikat dalam satu keluarga
4.      Bedah caesar
Bayi yang dilahirkan dengan bedah caesar tidak akan menerima rangsangan taktik seperti bayi yang dilahirkan normal. Di samping itu umumnya bayi kurang siaga karena pengaruh obat-obatan yang diberikan pada ibu. Untuk beberapa waktu mungkin ibu dan bayi tidak bersama-sama. Ibu akan merasa kesakitan dan tidak nyaman, sedangkan ayah mungkin akan mempunyai perasaan bersalah atau sedih karena istrinya harus operasi.  Pijat bayi akan lebih menyatukan orang tua dan bayinya, serta akan menolong mereka melepaskan perasaan-perasaan negatif tersebut.
5.      Sakit perut (colic)
Untuk mengurangi kolik, orang tua dianjurkan untuk memijat bayinya pada waktu kolik berlangsung dan pada waktu menjelang tidur. Para peneliti juga menemukan, bahwa bayi-bayi yang dipijat, interaksi dengan orang tua menjadi lebih positif, rasa gelisah berkurang, dan dapat lebih teratur bangun dan tidurnya.
6.      Asma
Berdasarkan penelitian, pijat bayi dapat menurunkan rasa gelisah dan depresi, selain itu juga, dengan pijat bayi dapat melebarkan saluran nafas yang menyempit sehingga mengurangi gangguan pada saluran nafas termasuk mengurangi serangan asma.
7.      Janin dari ibu pecandu kokain
Penelitian terakhir membuktikan bahwa pemijatan yang dilakukan terhadap bayi-bayi yang ibunya pecandu kokain menunjukkan berkurangnya kejadian komplikasi dan kenaikan berat badan yang lebih baik dibandingkan pada bayi yang tidak dipijat. Selain itu, berdasarkan tes perkembangan, bayi-bayi yang dipijat menunjukkan perkembangan yang lebih baik daripada bayi yang tidak dipijat.
8.      Bayi dari ibu HIV positif
Peneliti menyimpulkan bahwa pemijatan pada bayi dengan HIV positif menghasilkan kenaikan berat badan, perkembangan motorik yang lebih baik, dan mendapat skala angka lebih pada tes Brazelton
9.      Bayi yang dirawat di rumah sakit
Jarum suntik dan pemeriksaan-pemeriksaan yang menyakitkan di rumah sakit telah memberi kesan pada bayi adanya hubungan antara perabaan dengan rasa sakit. Dengan dipijat bayi, mereka akan mengetahui bahwa perabaan dapat pula terasa menyenangkan dan penuh kasih sayang.
10.  Bayi prematur
Bayi prematur mengalami kehangatan dan kenyamanan dalam kandungan ibu dalam waktu singkat. Selain  itu, mereka akan lebih sering  suntik dan pemeriksaan-pemeriksaan yang menyakitkan. Dengan demikian mereka harus belajar sejak awal bahwa perabaan dapat pula merupakan sesuatu yang menyenangkan serta penuh kasih sayang sejak hari pertama.

2.3       Fisiologi Pijat Bayi
a.       Beta Endorphin Mempengaruhi Mekanisme pertumbuhan
Pijatan akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak.  Tahun 1989, Schanberg dari Duke University Medical School melakukan penelitian pada bayi-bayi tikus. Pakar ini menemukan bahwa jika hubungan taktil (jilatan-jilatan) ibu tikus ke bayinya terganggu akan menyebabkan hal-hal sebagai berikut :
·         Penurunan enzim ODC (ornithine decarboxylase) , suatu enzim yang menjadi petunjuk peka bagi  pertumbuhan sel dan jaringan
·         Penurunan pengeluaran hormon pertumbuhan
·         Penurunan kepekaan ODC jaringan terhadap pemberian hormon pertumbuhan
Pengurangan sensasi taktil akan meningkatkan pengeluaran suatu neurochemical beta-endorphine, yang akan mengurangi pembentukan hormon pertumbuhan karena menurunnya jumlah dan aktivitas ODC jaringan.
b.      Aktivitas nervus Vagus Mempengaruhi Mekanisme Penyerapan Makanan
Penelitian Fied dan Schanberg (1986) menunjukkan bahwa pada bayi yang dipijat mengalami peningkatan tonus nervus vagus yang menyebabkan peningkatan kadar enzim penyerapan gastrin dan insulin. Dengan demikian, penyerapan makanan akan menjadi lebih baik. Itu sebabnya berat badan bayi yang dipijat meningkat lebih banyak daripada yang tidak dipijat.

c.       Aktivitas Nervus Vagus Meningkatkan Volume ASI
Penyerapan menjadi lebih baik karena peningkatan aktivitas nervus vagus menyebabkan bayi cepat lapar sehingga akan lebih sering menyusu pada ibunya. Akibatnya, ASI akan lebih banyak diproduksi. Selain itu, ibu yang memijat bayinya akan merasa lebih tenang sehingga volume ASI dapat meningkat.
d.      Produksi Serotonin Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Pemijatan akan meningkatkan neurotransmiter serotinin, yaitu meningkatkan sel reseptor yang berfungsi mengikat glucocorticoid (adrenalin/suatu hormon stres). Proses ini akan menyebabkan penurunan kadar adrenalin. Penurunan kadar adrenalin akan meningkatkan daya tahan tubuh, terutama IgM dan IgG.
e.       Pijatan Dapat Mengubah Gelombang Otak
Pijat bayi akan membuat bayi tidur lebih lelap dan meningkatkan konsentrasi. Hal ini disebabkan pijatan dapat mengubah gelombang otak. Pengubahan ini terjadi dengan cara menurunkan gelombang alpha dan meningkatkan gelombang beta serta tetha, yang dapat dibuktikan dengan penggunaan EEG (electro enchephalogram)

2.4       Usia pemijatan Bayi
Usia
·           Pemijatan dapat mulai setelah bayi dilahirkan, sesuai keinginan orangtua.
·           Pemijatan akan lebih menguntungkan bayi jika dilakukan setiap hari, dimulai sejak lahir sampai berusia 6-7 bulan.

Waktu Terbaik Memijat Bayi
·           Pagi hari saat orang tua dan bayi siap memulai hari baru
·           Pada waktu malam sebelum tidur, untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak.

2.5       Kontra indikasi
a.         Jangan dilakukan pada bayi yang suhu tubuhnya tinggi
b.         Jangan dilakukan pada bayi yang sedang sakit

2.6       Persiapan Sebelum memijat
       Tangan bersih dan hangat
       Hindari agar kuku dan perhiasan tidak mengakibatkan goresan pada kulit bayi
       Ruang untuk memijat diupayakan hangat dan tidak pengap
       Bayi sudah selesai makan atau tidak dalam keadaan lapar
       Menyediakan waktu khusus untuk tidak diganggu minimum selama 15 menit guna melakukan seluruh tahap-tahap pemijatan
       Duduklah pada posisi nyaman dan tenang
       Bayi dibaringkan di tempat yang rata dengan alas kain yang lembut dan bersih
       Siapkan handuk, popok, baju ganti, minyak bayi (baby oil/lotion)
       Mintalah izin pada bayi sebelum melakukan pemijatan dengan membelai wajah dan kepala bayi sambil mengajaknya bicara

2.7              Hal-hal yang dianjurkan selama melakukan pemijatan
       Terus melakukan kontak mata dengan bayi, disertai pancaran kasih sayang selama pemijatan berlangsung
       Nyanyikan lagu atau putarkan musik lembut untuk membantu ibu dan bayi lebih rileks selama pemijatan berlangsung
       Awalilah pemijatan dengan sentuhan ringan dan perlahan tingkatkan tekanan pijatan, khususnya apabila sudah merasa yakin bahwa bayi mulai terbiasa dengan pijatan yang sedang dilakukan
       Sebelum melakukan pemijatan, lumurkan baby oil atau lotion yang lembut, sesering mungkin
       Sebaiknya, pijatan simulai dari kaki bayi terlebih dahulu karena pada umumnya bayi lebih menerima apabila dipijat pada daerah kaki. Dengan demikian, akan memberi kesempatan pada bayi untuk membiasakan dipijat sebelum bagian lain dari badannya disentuh.
       Perhatikan isyarat yang ditunjukkan bayi. Jika bayi menangis, cobalah untuk menenangkannya sebelum melanjutkan pemijatan. Jika bayi menangis keras, hentikan pijatan, mungkin bayi ingin digendong atau disusui atau mengantuk.
       Mandikan bayi segera setelah pemijatan berakhir agar bayi merasa segar dan bersih setelah dilumuri dengan baby oil. Namun, jika pemijatan dilakukan pada malam hari , bayi cukup diseka dengan air hangat agar bersih dari baby oil.
       Jauhkan baby oil dari mata bayi .
                                                                     
2.8              Hal-hal yang tidak dianjurkan selama memijat bayi
       Memijat bayi langsung setelah selesai makan
       Membangunkan bayi khusus untuk dipijat
       Memijat bayi dalam keadaan sakit
       Memijat bayi pada saat bayi tidak mau dipijat
       Memaksakan posisi saat memijat bayi.




Perhatikan cara pemijatan sesuai usia bayi
       0 – 1 bulan, disarankan gerakan yang lebih mendekati usapan-usapan halus. Sebelum tali pusat lepas sebaiknya tidak dilakukan pemijatan di daerah perut.
       1 - 3 bulan, disarankan gerakan halus disertai tekanan ringan dalam waktu singkat.
       3 bulan – 3 tahun, disarankan seluruh gerakan dilakukan dengan tekanan dan waktu yang semakin meningkat

2.9              Langkah pemijatan bayi
No
Gambar
Langkah
1       

Siapkan peralatan yaitu baby oil, tempat yang nyaman untuk memijat bayi, pakaian bayi dan kain pernel.
2       

Cuci tangan menggunakan sabun di air mengalir.
Lepas semua perhiasan yang dapat melukai bayi
kuku jari ibu tidak boleh panjang. Gunakan teknik 7 langkah saat cuci tangan
3       

Baringkan bayi di tempat yang datar, lembut dan hangat
4       

Komunikasi dengan bayi, beritahu bahwa ia akan dipijat, Jaga kontak mata dengan bayi, Berikan sentuhan lembut untuk memberikan perasaan aman dan nyaman    .
5       

Buka pakaian bayi
6       

Oleskan baby oil pada tangan secukupnya
7       

Pijat kaki terlebih dahulu. Lakukan pijatan lembut Jangan paksakan posisi tertentu pada bayi, Jaga kontak mata dengan bayi, Lakukan pijatan 6 kali pada setiap langkah

a.       Perahan cara  India
·        Peganglah kaki bayi pada pangkal paha, seperti memegang pemukul soft ball.
·        Gerakkan tangan ke bawah secara bergantian, seperti memerah susu

b.    Peras dan putar
·     Pegang kaki bayi pada pangkal paha dengan kedua tangan secara bersamaan
·     Peras dan putar kaki bayi dengan lembut dimulai dari pangkal paha ke arah mata kaki

c.     Telapak kaki
·       Urutlah telapak kaki bayi dengan kedua ibu jari secara bergantian, dimuali dari tumit kaki menuju jari-jari di seluruh telapak kaki

d.    Tarikan lembut jari
·       Pijatlah jari-jari kaki bayi satuper satu dengan gerakan memutar menjauhi telapak kaki, diakhiri dengan tarikan kasih yang lembut pada setiap ujung jari

e.     Gerakkan peregangan (Strecth)
·       Dengan menggunakan sisi dari jari telunjuk, pijat telapak kaki mulai dari batas jari-jari ke arah tumit, kemudian ulangi lagi dari perbatasan jari kearah tumit
·       Dengan jari tangan lain regangkan dengan lembut punggung kaki pada daerah pangkal kaki ke arah tumit

f.        Titik tekan
·         Tekan-tekanlah kedua ibu jari secara bersamaan di seluruh permukaan telapak kaki dari arah tumit ke jari-jari

g.       Punggung kaki
·         Dengan mempergunakan kedua jari kaki secara bergantian pijatlah punggung kaki dari pergelangan kaki ke arah jari-jari secara bergantian

h.       Peras dan putar pergelangan kaki (ankle circle)
·         Buatlah gerakan seperti memeras dengan mempergunakan ibu jari dan jari-jari lainnya di pergelangan kaki

i.         Perahan cara Swedia
·         Peganglah pergelangan kaki bayi
·         Gerakkan tangan secara bergantian dari pergelangan kaki ke pangkal paha

j.         Gerakan menggulung
·         Pegang pangkal paha dengan kedua tangan
·         Buatlah gerakan menggulung dari pangkal paha menuju pergelangan kaki

k.       Gerakan akhir
·         Setelah gerakkan a sampai j dilakukan pada kaki kanan dan kiri, rapatkan kedua kaki bayi
·         Letakan kedua tangan secara bersamaan pada pantat dan pangkal paha
·         Usap kedua kaki bayi dengan tekanan lembut dari paha ke arah pergelangan kaki. Ini merupakan gerakan akhir bagian kaki
8

Pijatan pada Perut
Hindari pemijatan pada tulang rusuk atau ujung tulang rusuk, Pada bayi yang tali pusatnya belum lepas jangan dilakukan pijatan, Lakukan pijatan 6 kali pada setiap langkah

a.        Mengayuh sepeda
·          Lakukan gerakan memijat pada perut bayi seperti mengayuh pedal sepeda, dari atas ke bawah perut, bergantian dengan tangan kanan dan kiri

b.        Mengayuh sepeda dengan kaki diangkat
·           Angkat kedua kaki bayi dengan salah satu tangan
·           Dengan tangan yang lain, pijat perut bayi dari perut bagian atas sampai ke jari-jari kaki

c.         Ibu jari ke samping
·          Letakkan kedua ibu jari di samping kanan dan kiri pusar ibu
·          Gerakkan kedua ibu jari ke arah tepi perut kanan dan kiri

d.        Bulan dan matahari
·          sebelah kanan bawah ke atas, kemudian kembali ke daerah kanan bawah  (seolah membentuk gambar matahari) beberapa kali
·          Gunakan tangan kanan untuk membuat gerakan setengah lingkaran mulai dari bagian kanan bawah perut bayi sampai bagian kiri perut bayi (seolah membentuk gambar bulan)
·          Lakukan gerakan ini bersama-sama. Tangan kiri selalu membuat bulatan penuh, sedangkan tangan kanan akan membuat gerakan setegah lingkaran


e.    Gerakan I Love You
·       “I” Pijatlah perut bayi mulai dari bagian kiri atas ke bawah dengan menggunakan jari-jari tangan kanan memberntuk huruf  “I”
·       “Love”  Pijatlah perut bayi membentuk huruf “L” terbalik, mulai dari kanan atas ke kiri atas, kemudian dari kiri atas ke kiri bawah
·       “You” Pijatlah perut bayi membentuk huruf “U” terbalik, mulai dari kanan bawah ke atas, kemudian ke kiri, ke bawah dan berakhir di perut kiri bawah

a.     Gelembung atau jari-jari berjalan
·       Letakan ujung jari-jari satu tangan pada perut bayi bagian kanan
·       Gerakan jari-jari pada perut bayi dari bagian kanan ke bagian kiri guna mengeluarkan gelembung-gelembung udara
9
Pijatan pada Dada
a.       Jantung besar
·         Buatlah gerakan yang menggambarkan jantung dengan meletakan ujung- ujung jari kedua telapak tangan di tengah dada bayi / ulu hati
·         Buatlah gerahkan ke atas sampai di bawah leher, kemudian ke samping di atas tulang selangka, lalu ke bawah membentuk bentuk jantung, lalu kembali ke ulu hati

b.    Kupu-kupu
·      Buatlah gerakan diagonal seperti gambar kupu-kupu, dimulai dengan tangan kanan membuat derakan memijat menyilang dari tengah dada ke arah bahu kanan, dan kembali ke tengah dada
·      Gerakan tangan kiri ke bahu kiri dan kembali ke tengah dada
10
Pijat pada Tangan
a.         Memijat ketiak
·           Buatlah gerakan memijat dari atas ke bawah. Jika terdapat pembengkakan kelenjar di daerah ketiak, gerakan ini tidak dilakukan

b.             Perahan cara India
·               Pegang lengan bayi bagian pundak dengan tangan kanan seperti memegang pemukul soft ball, tangan kiri memegang pergelangan tangan bayi
·               Gerakan tangan kanan mulai dari pundak ke arah pergelangan tangan, kemudian gerakan tangan kiri dari pundak ke pergelangan tangan
·               Gerakan tangan kanan dan kiri ke bawah berulang-ulang seperti memeras susu

c.            Peras dan putar
·              Peras dan putar lengan bayi dengan lembut mulai dari pundak sampai pergelangan tangan

d.            Membuka tangan
·               Pijat telapak tangan dengan kedua ibu jari, dari pergelangan tangan ke arah jari-jari

e.             Putar jari-jari
·               Pijat lembut jari bayi satu persatu menuju ke arah ujung jari dengan gerakan memutar
·               Akhirilah gerakan ini dengan tarikan lembut pada setiap ujung jari

f.              Punggung tangan
·               Letakkan tangan bayi di antara kedua tangan
·               Usap punggung tangan dari pergelangan tangan ke arah jari-jari dengan lembut


g.       Peras dan putar pergelangan tangan
·          Gerakkan tangan kanan dan kiri secara bergantian mulai dari pergelangan tangan kanan bayi kearah pundak
·          Lanjutkan dengan pijatan dari pergelangan kiri bayi ke arah pundak

h.       Perahan cara Swedia
·          Gerakan tangan kanan dan kiri secara bergantian mulai dari pergelangan  tangan kanan nayi ke arah pundak
·          Lanjutkan dengan pijatan pergelangan kiri bayi kearah pundak
Kegunaan : untuk memperkuat otot dan mengalirkan darah ke paru-paru serta jantung

i.         Gerakan menggulung
·          Pegang lengan bayi bagian atas dengan kedua telapak tangan
·          Bentuklah gerakan menggulung dari pangkal lengan menuju ke pergelangan tangan
11

Pijatan pada Muka, tidak perlu menggunakan minyak

a.        Dahi : Menyetrika dahi
·          Letakan jari-jari kedua tangan pada pertengahan dahi
·          Tekankan jari-jari anda dengan lembut mulai tengah dahi keluar ke samping kanan dan kiri seolah menyetrika dahi
·          Gerakan ke bawah ke daerah pelipis, buat lingkaran-lingkaran kecil di daerah pelipis, kemudian gerakan ke dalam melalui daerah pipi di bawah mata

b.        Alis : Menyetrika alis
·           Letakan kedua ibu jari pada pertengahan alis
·           Gunakan ibu jari untuk memijat secara lembut pada alis mata dan kelopak mata, mulai dari tengah ke samping seolah menyetrika alis

c.    Hidung : Senyum I
·      Letakkan ibu jari pada pertengahan alis
·      Tekan ibu jari dari pertengah kedua alis turun melalui tepi hidung ke arah pipi dengan membuat gerakan ke samping seolah-olah bayi tersenyum


d.    Mulut bagian atas : Senyum II
·       Letakan kedua ibu jari di atas mulut di bawah sekat hidung
·       Kedua ibu jari gerakan dari tengah ke samping membuat bayi senyum

e.    Mulut bagian bawah senyum III
·      Gunakan kedua ibu jari untuk memijat sekitar mulut bawah , tarik sehingga ia tersenyum

f.     Lingkaran di rahang
·      Pijat lembut rahang bawah bayi dari tengah kesamping seolah membuat bayi tersenyum.

g.      Belakang telinga
·         Pijat secara lembut daerah di belakang telinga ke arah dagu.       



12

Pijat pada punggung

a.    Memijat “maju mundur “ memperkuat otot untuk menyangga tulang belakang.
·      Tengkurapkan bayi secara melintang dengan kepala di sebelah kiri dan kaki di sebelah kanan
·      Pijat dengan gerakan maju mundur menggunakan kedua telapak tangan di sepanjang punggungnya dari bawah leher sampai ke pantat lalu kembali ke leher
b.   Gerakan menyetrika
·      Pegang  pantat bayi dengan tangan kanan
·      Dengan tangan kiri, pijatlah mulai dari leher ke bawah sampai bertemu dengan tangan kanan yang menahan pantat bayi seolah menyetrika punggung

c.    Gerakan menyetrika dengan mengangkat kaki
·      Ulangi gerakan menyetrika punggung, hanya kali ini tangan kanan yang menahan memegang kaki bayi dan gerakan dilanjutkan sampai ke tumit bayi

d.    Gerakan melingkar
·       Dengan jari-jari buat gerakan melingkar-lingkar kecil terutama pada otot di sebelah tulang punggung mulai dari batas tengkuk turun ke bawah di sebelah kanan dan kiri tulang punggung sampai ke pantat

e.    Gerakan menggaruk
·      Buat pijatan memanjang seperti menggaruk dengan telapak tangan dari leher ke kakinya untuk mengakhiri pijatan anda.
13

Lakukan gerakan peregangan lembut
14

Lap seluruh tubuh bayi lalu pakaikan kembali pakaian bayi.
15

Cuci tangan kembali menggunakan sabun dan air mengalir.

2.10     Gerakan Relaksasi dan Peregangan Lembut
A.  Gerakan Relaksasi
Contoh dari gerakan relaksasi adalah membuat goyang-goyang ringan, tepuk-tepukan halus, dan melambung-lambungkan secara lembut, dapat pula dilakukan dengan mengajak bayi bicara. Teknik sentuhan relaksasi dapat dikerjakan bersama-sama dengan pijat bayi atau dapat terpisah. Jika dilakukan bersama-sama dengan pijat bayi, gerakan relaksasi dilakukan untuk memulai gerakan pada setiap bagian badan bayi.








B.  Gerakan Peregangan Lembut
Peregangan lembut dapat dilakukan diakhir pemijatan atau di antara pijatan. Setiap gerakan dilakukan sebanyak 4 – 5 kali.
No
Gambar
Langkah-langkah
1
l.       Tangan disilangkan
·        Pegang kedua pergelangan tangan bayi dan silangkan keduanya di dada
·        Luruskan kembali kedua tangan bayi kesamping. Ulangi gerakan ini sebanyak 4-5 kali
2
b.       Membentuk diagonal tangan dan kaki
·          Pertemukan ujung kaki kanan dengan tangan kiri bayi di atas tubuh bayi sehingga garis diagonal. Selanjutnya tarik kembali tangan dan kaki bayi ke posisi semula.
·          Pertemukan ujung kaki kiri dengan tangan kanan bayi di atas tubuh bayi sehingga garis diagonal. Selanjutnya tarik kembali tangan dan kaki bayi ke posisi semula. Gerakan di ulang 4-5 kali
3
c.       Menyilangkan kaki
·         Pegang pergelangan kaki kanan dan kiri bayi, lalu silangkan ke atas. Buatlah silangan sehingga mata kaki kanan luar bertemu mata kaki kiri dalam. Setelah itu, kembalikan posisi kaki pada posisi semula.
·         Pegang kedua pergelangan kaki bayi dan silangkan kedua kakinya ke atas sehingga mata kaki kanan dalam bertemu dengan mata kaki kiri luar. Selanjutnya kembalikan pada posisi semula. Gerakan dapat diulang sebanyak 4-5 kali.
4
d.    Menekuk kaki
·    Pegang pergelangan kaki kanan dan kiri bayi dalam posisi kaki lurus, lalu tekuk lutut kaki perlahan menuju ke arah perut. Lakukan gerakan ini 4-5 kali.
5
e.    Menekuk kaki bergantian
·      Gerakan menekuk kaki, tetapi dengan mempergunakan kaki secara bergantian. Lakukan 4-5 kali.